5 Kuliner Legendaris Wonogiri yang Wajib Kamu Coba, Ada yang Buka Hanya Malam Pasaran Tertentu

TIWUL: Wajib dicoba Nasi Tiwul Mbok Sembleng, kuliner legendaris Wonogiri yang hanya buka pada malam pasaran Pon dan Kliwon sejak 1991.(BeeNews.id/Wildan Rizkiyadi)

WONOGIRI – Kabupa TVten Wonogiri, Jawa Tengah, bukan hanya terkenal dengan wisata alamnya, tetapi juga menyimpan segudang kuliner legendaris yang sudah eksis puluhan tahun. Cita rasa autentik dan resep turun-temurun menjadi daya tarik utama yang membuat pelanggan setia terus kembali.

Penasaran apa saja? Simak 5 rekomendasi kuliner legendaris di Wonogiri berikut ini!

  1. Nasi Tiwul Mbok Sembleng – Buka Hanya di Malam Pon dan Kliwon
    Berlokasi di Dusun Saratan, Desa Sejati, Giriwoyo, warung ini telah berjualan sejak 1991. Keunikannya: warung hanya buka pada malam pasaran Jawa Pon dan Kliwon saja! Menu sederhana seperti nasi tiwul, ikan cuwik goreng, sayur lombok, sambal bawang, dan sayur terancam selalu ramai pengunjung, bahkan dari luar kota seperti Solo, Sukoharjo, hingga Pacitan.
  2. Pecel Mbah Nardi – Eksis Sejak 1970-an, Masak Pakai Kayu Bakar
    Berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman No.191, Donoharjo, Wonogiri Kota. Pecel legendaris ini telah bertahan sejak 1970-an dan kini generasi ketiga. Sambal kacangnya diolah manual dengan lumpang dan alu, sementara nasi dimasak dengan kayu bakar. Bumbu pecelnya dikenal “berani” dan nikmat. Buka mulai pukul 06.00 WIB hingga habis.
  3. Pecel Mbah Nemleg – Berdiri Sejak 1937, Menu Andalan Pecel Empal
    Berlokasi di Dusun Batu Kidul, Baturetno, warung ini sudah berdiri sejak 1937! Awalnya hanya gubuk di bawah pohon mangga, kini menjadi legenda kuliner. Menu andalan: Pecel Empal, dengan bumbu khas kencur dan jeruk purut. Jangan lupa coba teh ginastel (legi, panas, kenthel/manis, panas, kental). Buka Senin–Sabtu, pukul 07.00–15.00 WIB.
  4. Geti Wijen – Manis Pedas Renyah Khas Wonogiri
    Geti wijen adalah jajanan tradisional dengan rasa manis, pedas, dan sedikit pahit. Teksturnya kering dan renyah. Tidak suka pahit? Bisa dicampur kacang atau mete. Salah satu produsen terkenal adalah Endarti dari Dusun Geneng, Desa Purwosari, Wonogiri Kota.
  5. Sayur Kuning Mbah Dayat – Buka Sesuai Pasaran Jawa, Sudah 60 Tahun!
    Berlokasi di Baturetno, warung ini sudah berjualan sekitar 60 tahun dan kini generasi kedua. Menu utama: sayur kuning dari campuran pepaya muda dan nangka dengan kuah kuning alami. Mbak Emil (menantu) berjualan di Pasar Bung Karno pada pasaran Legi, Pahing, Wage mulai subuh. Selain itu, berjualan juga di rumahnya di Dusun Balerejo, Desa Watuagung setiap siang hingga malam.

Dari nasi tiwul buka malam pasaran, pecel dengan bumbu ‘berani’, hingga sayur kuning yang hanya hadir di hair tertentu, Wonogiri membuktikan bahwa kuliner tradisional tak pernah kehilangan pesonanya. Kamu siap mencicipi yang mana?
(Red1/Kuliner)

Editor : Indah Setiawati

TAG :,
Statistik Situs
  • Total halaman dikunjungi: 202,833