Uang Habis di Tengah Bulan? Mungkin Ini Penyebabnya! 4 Jurus Jitu Susun Prioritas Keuangan Biar Gak Boncos Lagi

JELAS: Membagi anggaran dengan jelas agar bisa mewujudkan berbagai target finansial, baik untuk kesenangan jangka pendek maupun masa depan.(BeeNews.id/Wildan Rizkiyadi)

TEGAL – Pernah merasa gaji sebulan rasanya cuma cukup untuk dua minggu? Atau bingung uang lari kemana padahal gak beli barang besar-besaran? Masalahnya seringkali bukan karena penghasilan yang kurang, tapi karena kita gak punya skala prioritas keuangan yang jelas.

Mengatur skala prioritas itu seperti punya peta sebelum jalan-jalan. Biar gak tersesat dan uang terpakai dengan bijak, ikuti 4 langkah praktis ini!

1. Pilah yang “Perlu” dan yang “Pengen”

Ini dasar paling penting! Kebutuhan adalah hal-hal yang wajib dipenuhi untuk hidup layak, seperti bayar tagihan listrik, beli bahan makanan, biaya transportasi, atau bayar cicilan rumah. Sementara keinginan adalah hal-hal yang menyenangkan tapi tidak vital, seperti makan di resto mewah, beli baju baru padahal lemari sudah penuh, langganan streaming premium, atau jalan-jalan impulsif. Tipsnya, tanyakan pada diri sendiri: “Apa yang terjadi jika saya tidak membeli ini?” Jika hidup tetap berjalan normal, kemungkinan besar itu adalah keinginan.

2. Tetapkan Target Keuangan: Jangka Pendek & Panjang

Prioritas jadi lebih jelas kalau kita punya tujuan. Buat target jangka pendek untuk 1-12 bulan ke depan, misalnya untuk dana darurat, melunasi utang, atau menabung liburan. Untuk jangka panjang lebih dari setahun, fokus pada tujuan besar seperti dana pendidikan anak, uang muka rumah, atau investasi pensiun. Dengan punya target, setiap rupiah yang kita sisihkan jadi punya “tugas” dan makna.

3. Bagi Anggaran dengan Sistem yang Rapi

Gunakan metode 50/30/20 sebagai panduan awal yang simpel. Alokasikan 50% penghasilan untuk kebutuhan primer seperti biaya hidup sehari-hari. Sisihkan 30% untuk keinginan seperti hiburan dan hobi. Terakhir, pastikan 20% dialokasikan untuk tabungan dan investasi masa depan. Sistem ini fleksibel. Jika pengeluaran kebutuhanmu kurang dari 50%, alokasikan lebih banyak untuk tabungan! Intinya, buat pembagian yang proporsional dengan kondisimu.

4. Rutin Cek “Kesehatan” Keuangan

Prioritas bukan sesuatu yang kaku. Lakukan evaluasi rutin setiap minggu atau bulan dengan mencatat semua pengeluaran, sekecil apapun. Identifikasi kebocoran dengan melihat kemana uang paling banyak lari, apakah untuk kopi sehari-hari atau belanja online impulsif. Jika ada pengeluaran tak terduga atau pemasukan berubah, segera sesuaikan rencana anggaramu. Prioritas bisa berubah, dan itu wajar!

Menyusun skala prioritas finansial adalah langkah awal menuju kebebasan keuangan. Ini bukan tentang hidup pelit, tapi tentang hidup sadar dan bertujuan. Ketika kita tahu uang kita dipakai untuk apa, rasa cemas berkurang dan kontrol atas hidup pun meningkat.

Mulailah dari langkah kecil hari ini:

Catat satu pengeluaran terakhirmu dan tanyakan, ini “perlu” atau “pengen”? Kebiasaan baik ini yang akan membawamu pada stabilitas keuangan jangka panjang.
(Red1/Motivasi)

Editor : Indah Setiawati

TAG :, ,
Statistik Situs
  • Total halaman dikunjungi: 131,703