Puan: Subsidi Pupuk Petani Bawang Merah Jangan Dicabut

PETANI : Puan turun langsung ke sawah dan ikut menanam Bawang Merah bersama petani dan beristrihat di Gubuk Tani sembari ngobrol hangat dengan para petani. Para Petani pun menyampaikan sejumlah permasalahan yang mereka alami khususnya soal subsidi pupuk dan Sarana Produksi (Saprodi) pertanian yang mahal. (BeeNews.id/Dinkominfotik Brebes)

BREBES – Ketua DPR RI Dr. (HC) Puan Maharani mendesak pemerintah agar tidak mencabut subsidi pupuk bagi Petani Bawang Merah. Desakan tersebut disampaikan Puan setelah mendengarkan aspirasi Petani Bawang Merah di Kecamatan Larangan, Brebes, Selasa (5/7).

“Kami mendorong pemerintah agar pencabutan subsidi pupuk, dikecualikan bagi Petani Bawang Merah,” tandas Puan.

“Harga pupuk mahal, Bu,” sergah Rusmin, salah seorang petani.

Dengan senyum mengembang, Puan berdialog kalau kedatangannya ke Brebes untuk mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi Petani Bawang Merah. Khususnya rencana pencabutan subsidi pupuk ZA dan SP-36 yang hingga kini ditolak petani.

Puan menilai, pencabutan dua jenis pupuk bersubsidi tersebut akan memberatkan petani mengingat harga pupuk non-subsidi sangat mahal. Dikhawatirkan, pencabutan subsidi pupuk ZA dan SP-36 akan memiliki efek domino terhadap produksi dan harga Bawang Merah.

“Kami akan dorong agar rencana pencabutan subsidi pupuk ini ada pengecualian bagi petani bawang merah,” ungkap Puan. Lebih lanjut, Puan meminta anggota DPR dari komisi terkait mengawal harapan petani bawang soal peningkatan infrastruktur pertanian.

Menyangkut persoalan aliran air ke area sawah, kata Puan, juga harus menjadi prioritas karena Kabupaten Brebes telah memberikan kontribusi sekitar 20% produksi nasional atau 60% dari produksi Jawa Tengah.

Untuk itu, kata Puan, diperlukan kebijakan yang pro petani agar produktivitas bawang merah di Brebes tidak terkendala. Jika kebijakan mempengaruhi produksi pertanian, dampaknya akan terjadi kenaikan harga bawang.

“Kenaikan harga komoditas bawang merah sebagai dampak pencabutan subsidi itu, bisa memicu adanya inflasi,” tutur Puan. Selain itu, sejumlah keluhan yang disampaikan petani bawang di Kecamatan Larangan, Brebes, juga terkait mahalnya bibit, pestisida, hingga tenaga kerja olah tanah-panen.

Puan mengatakan, DPR akan membahas persoalan ini bersama pemerintah. “Saya akan carikan solusinya. DPR akan menjadi mediator dan menyampaikannya ke pemerintah untuk memastikan harapan bapak dan ibu terfasilitasi,” tegas Puan.

Advertisements

“Meski demikian, kita patut bangga karena Bawang dari Brebes sebagai bawang ter-enak,” pungkasnya.

Dalam kunjungan ke Brebes, Puan menyambangi lahan petani bawang merah di Kecamatan Larangan, mengecek penerima bantuan bedah rumah tidak layak huni di Kecamatan Ketanggungan, sentra produksi Telur Asin di Limbangan, perajin Ketan Pencok di Brebes Selatan dan mie di Kecamatan Bumiayu dan Paguyangan Brebes.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Bupati Brebes Hj Idza Priyanti, SE. MH beserta Ketua Dekranasda Dr. Warsidin, Wakil Bupati Narjo, SH. MH, jajaran Forkopimda, Sekda Brebes Ir. Djoko Gunawan, MT, Mantan Bupati Brebes H Indra Kusuma beserta isteri, Anggota DPR RI Dapil IX Paramitha Widya Kusuma, Asisten III Sekda Drs. Eko Supriyanto, para Kepala OPD, Kades se Kecamatan Larangan, serta tamu undangan lainnya. (Red4/Pemerintahan)

Editor: Nur Hayati

TAG :, , , , , ,

Leave a Reply

Statistik Situs
  • Total halaman dikunjungi: 51,622