Platform Marketplace UMKM Bangkit Raih Penghargaan Perbarindo Jateng

PENGHARGAAN : Gambar tangkapan layar Perbarindo Jateng saat Direktur PT Teguh Aman Lestari Sahid Ramadhan (kanan) menerima penghargaan dari Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Jawa Tengah tahun 2022 di acara Talk Show dan Musyawarah Daerah VIII Perbarindo DPD Jawa Tengah di Kota Semarang. (BeeNews.id/Humas Pemkab Tegal)

SEMARANG – Platform marketplace atau lokapasar UMKM Bangkit yang dirintis perusahaan startup asal Kabupaten Tegal raih penghargaan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Jawa Tengah tahun 2022.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Ketua DPD Perbarindo Jawa Tengah Dadi Sumarsana kepada Direktur PT Teguh Aman Lestari Muhammad Sahid Ramadhan saat acara Talk Show dan Musyawarah Daerah (Musda) VIII Perbarindo DPD Jawa Tengah di Kota Semarang, Rabu (23/11/2022).

Platform UMKM Bangkit sendiri telah menampung sedikitnya 5.070 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) se-Jawa Tengah untuk menjualkan produknya secara daring. Sahid Ramadhan atau yang akrab dipanggil Rama ini mengatakan bahwa kehadiran platform UMKM Bangkit diharapkan membantu percepatan transformasi digital pelaku UMKM.

“Pembuatan platform UMKM Bangkit ini merupakan pengembangan dari apa yang sudah dirintis Kasyr (PT Kasyr Sibernetika Indonesia) dalam melakukan pendampingan transformasi digital pelaku UMKM di Kabupaten Tegal, termasuk penggunaan aplikasi Kasyr sebagai point of sales,” ungkap Rama saat ditemui di kantornya di Trasa Coworking Space (TrackingSpace) lantai satu, Slawi, Senin (05/12/2022).

Guna mengembangkan aplikasi ini, pihaknya menjalin kerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk DPD Perbarindo Jawa Tengah untuk melakukan pendampingan UMKM yang ada di Jawa Tengah.

Hal ini pun dibenarkan Chief Technology Office PT Teguh Aman Lestari Edi Kurniawan. Dikatakan Edi, sebelumnya pihaknya telah telah menandatangani nota kesepakatan dengan DPD Perbarindo Jawa Tengah yang dilanjutkan dengan kerja sama untuk mencapai visi UMKM Go Digital melalui pendampingan UMKM.

Prinsip pendampingan di UMKM Digital kurang lebih sama seperti saat pihaknya melakukan pendampingan ke pelaku UMKM Kabupaten Tegal melalui program UMKM Tegal Go Digital. Hanya bedanya, pendampingannya kali ini dilakukan secara digital.

“Di Kabupaten Tegal, pendampingan kita dilakukan secara klasikal lewat kelas Sinergi di kantor Kasyr di Trasa Coworking Space. Tapi di UMKM Bangkit ini pendampingan kita dilakukan secara daring karena mitra usahanya kan tidak hanya dari Tegal saja, tapi se-Jawa Tengah,” ujar Edi yang juga CEO PT Kasyr Sibernetika Indonesia.

Melalui aplikasi tersebut (UMKM Bangkit) pihaknya telah menyediakan modul digital bagi pelaku UMKM untuk menguasai teknik pembuatan foto produk, pendaftaran Quick Response Indonesian Standard (QRIS), pembuatan nomor induk berusaha (NIB), dan pelatihan pencatatan keuangan digital. Selain itu, terdapat pula modul pendampingan lainnya yang dapat diakses secara gratis maupun berbayar melalui aplikasi UMKM Bangkit.

Aplikasi UMKM Bangkit, lanjut Edi, masih terus berproses dan berkembang, sehingga hampir setiap hari pihaknya melakukan update beragam fitur untuk memudahkan dan melengkapi kebutuhan pengguna. Aplikasi UMKM Bangkit bisa diunduh di Google Playstore untuk pengguna operating system Android dan laman umkm-bangkit.id untuk selain Android.

Advertisements

“Saat ini, kita memiliki empat pilar yang sedang dikembangkan, yaitu marketplace termasuk di dalamnya e-commerce dan food commerce, lalu logistik atau pengiriman barang, edukasi, dan fasilitas permodalan kepada pelaku UMKM melaui lembaga jasa keuangan yang bermitra,” katanya.

Lebih jauh ia berharap masyarakat Kabupaten Tegal bisa mendukung kebangkitan pelaku UMKM dan meningkatkan daya saingnya di pasar digital. Caranya dengan mengunduh aplikasi UMKM Bangkit ini untuk berbelanja produk UMKM.

Menanggapi ini, ditemui secara terpisah, pemilik Geprek Bento sebagai mitra food commerce UMKM Bangkit menuturkan jika pihaknya sangat diuntungkan karena baik pelaku UMKM maupun konsumen tidak dikenakan biaya administrasi, sehingga harga jual produknya lebih terjangkau dan bersaing.
(Red2/Teknologi)

Editor : Irene Indah

TAG :, ,
Statistik Situs
  • Total halaman dikunjungi: 119,631