Pj Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar Teruus Gencarkan Dalam Atasi Stunting di Brebes

PERAN : Pj Bupati Brebes Iwanuddin Iskandat dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Ineke Tri Sulistyowaty saat menegaskan peran puskesman dalam atasi stunting.(Beenews.id/zuhud)

BREBES – Pj Bupati Brebes Iwanuddin Iskandar terus menegaskan peran Puskesmas dalam menekan stunting. Untuk itu, Unit Organisasi Bersifat Fungsional (UOBF) Puskesmas agar lebih meningkatkan koordinasi dalam penanganan stunting bersama seluruh komponen lainnya.

Demikian disampaikan Iwanuddin dihadapan seluruh Kepala UOBF Puskesmas se se-kabupaten Brebes di Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT) Lantai 5 Brebes, Rabu (24/1) sore.

Iwan mengatakan, kasus Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang dilahirkan di Brebes pada 2023 mengalami kenaikan. Tentunya, akan berimbas pada tingkat stunting yang kini masih menjadi problematika yang terus diupayakan penanganannya oleh Pemerintah Kabupaten Brebes.

Stunting sendiri di Brebes per pusk tahun 2023 mencapai 10.978 jiwa. Sudah banyak upaya pemerintah melakukan stretegi penanganan stunting. Diantaranya menciptakan Gerakan Masyarakat Manfaatkan Buku Kia (Germas Mabukia), Gerakan Bersama Kawal Wong Meteng (Gerbek Wong Meteng), Manene Slamet Bayine Sehat, Telur Mbrebes Tekad Luhur Brebes Bebas Stunting (Telur Mbrebes).

“Data yang ada hendaknya dapat disesuaikan dengan kondisi yang terjadi. Diantaranya data jumlah riil stunting di Kabupaten Brebes.

Jika data yang ada sinkron dengan keadaan yang sekarang, dapat membantu controling dan evaluasi atas data tersebut. Sehingga kita dapat menilai apakah upaya dan strategi yang dilakukan berhasil.

Seperti upaya yang dilakukan dengan memperbaiki kualitas makanan, treatmen kesehatan, jambanisasi atau perilaku apapun apakah berdampak atau tidak. Perubahan perilaku ini dapat dilakukan dengan sosialisasi. Perlunya sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan dampak berbahaya dari stunting.

“Saya ingin dalam waktu dekat dapat menurunkan tingkat pengangguran, stunting, dan meningkatkan mutu pendidikan. Tingkat pendidikan, kesehatan dan ekonomi akan mempengaruhi peringkat IPM Kabupaten Brebes,” pungkas Iwan.

Sementara menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes Ineke Tri Sulistyowaty SKM Mkes dalam paparannya mengatakan kondisi stunting yang ada di Kabupaten Brebes.

“Ada beberapa daerah yang tingkat stuntingnya masih tinggi, diantaranya Desa Winduaji yang mencapai 632,” kata Ineke.

Advertisements

Ineke juga menjelaskan program apa saja yang dilakukan Dinkes dan pihak terkait lainnya dalam menurunkan stunting di Brebes. Kepada Puskesmas agar menyiapkan data berkaitan dengan lokasi desa yang akan menerima Program Makanan Tambahan (PMT).(Red3/Kesehatan)

Editor : Irene Indah

TAG :, ,
Statistik Situs
  • Total halaman dikunjungi: 119,427