Leumang, Kuliner Khas Kota Lhokseumawe Saat Ramadhan

KHAS : Leumang merupakan kuliner khas Kota Lhokseumawe, Aceh yang terbuat dari beras ketan dan santan yang dimasak secara unik dalam potongan bamboo yang sering disebut tring buloh di Aceh. (BeeNews.id/doc)

ACEH – Menjelang sore bulan suci Ramadhan Kota Panton Labu dipenuhi pedagang kuliner, banyak kuliner dan menu bukaan yang dijual untuk berbuka.

Leumang merupakan salah satu makanan khas Aceh yang khusus dijual dan menjadi primadona di bulan suci Ramadhan. Uniknya leumang banyak diburu untuk menu saat berbuka puasa.

Dilansir dari readers.id, salah satu leumang yang paling popular di kawasan tersebut ialah leumang Wak Saleh. Dia mewarisi kemampuan membuat leumang dari ayahnya yang hingga kini di teruskan dari generasi ke generasi.

Dapur leumang miliknya berada di Desa Tumpok Teungeh, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh.

“Panjang bamboo untuk leumang ini sekitar 60 centimeter.” kata Marzuki kepada awak media di sela-sela sedang membuat leumang dirumahnya di Desa Tumpok Teungeh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Rabu (13/4/2022).

Marzuki menjelaskan proses pembuatan leumang terbilang sederhana, pertama beras ketang dicuci terlebih dahulu lalu diberi santan dan bumbu. Barulah dimasukkan ke dalam bambu dan dipanggang sekitar satu jam setengah.

Selama bambu dipanggang, api harus dijaga agar tidak terlalu besar atau tidak terlalu kecil. Sehingga leumang benar-benar matang didalam wadah bambu.

“Kami biasanya produksi 100 bambu per hari” katanya.

Dia mengaku, harga jual leumang per batang mencapai Rp 50.000 hingga Rp 70.000. Ia menjualnya hanya untuk pasaran lokal di Lhokseumawe saja.

Tradisi memasak leumang, kata Marzuki mulai dilakukan keluarganya sejak 1968, lalu turun temurun hingga kini.

Advertisements

Jika kamu melintas di Kota Lhokseumawe selama bulan Ramadhan, maka akan terlihat banyak pedagang leumang disisi kiri dan kanan jalan.
(Red2/Kuliner)

Editor : Irene Indah

TAG :,
Statistik Situs
  • Total halaman dikunjungi: 63,094