Hijrah Penjaga Warnet, Kini Vice President of Engineering Perusahaan Decacorn Pertama di Indonesia

PROGRAM : Edi Kurniawan (tengah, belakang) CEO Perusahaan rintisan atau Startup PT Kasyr Sibernetika Indonesia. Edi foto bersama peserta saat ditunjuk Google Indonesia menjadi mentor program Developer Student Club (DSC) di Universitas Bina Nusantara Internasional, Jakarta. (BeeNews.id/Humas Pemkab Tegal)

TEGAL – Siapa sangka, Edi Kurniawan (32), lulusan SMK Islamiyah Adiwerna dari jurusan otomotif yang sempat menjadi penjaga warnet ini kini dipercaya oleh perusahaan rintisan decacorn pertama di Indonesia untuk menjabat sebagai vice president of engineering. Kemampuannya menguasai 24 bahasa pemrograman komputer untuk membangun sistem jaringan, aplikasi, keamanan hingga database ia peroleh secara otodidak.

Baru-baru ini, Pemkab Tegal menjalin kerja sama dengan perusahaan pengembang aplikasi digital yang berkantor di Trasa Coworking Space (TrackingSpace), Slawi ini untuk mengawal program UMKM Go Digital.

Perusahaan rintisan atau startup Kasyr Sibernetika Indonesia didirikan di Kabupaten Tegal awal tahun 2021, di mana Edi Kurniawan menjabat sebagai chief executive officer (CEO) sekaligus founder-nya. Salah satu produk unggulannya adalah Kasyr, aplikasi point of sale untuk membantu pencatatan laporan keuangan pelaku usaha dari neraca rugi laba, stok barang hingga evaluasi kinerja keuangannya.

Salah satu perusahaan bisnis yang telah menggunakan aplikasi berbayar ini adalah waralaba rumah makan Ayam Gedebuk milik Nex Carlos, youtuber kuliner dengan 4,2 juta subcriber.

Tak hanya berbisnis di aplikasi pengelolaan keuangan, Kasyr Sibernetika Indonesia juga mendedikasikan sumber dayanya untuk mengembangkan ekosistem digital di Kabupaten Tegal, salah satunya membangun ulang aplikasi Lapor Bupati Tegal dengan menambahkan sejumlah fitur seperti PeduliLindungi dan kompatibilitasnya pada iOS, sistem operasi seluler pada iPhone. Saat ini Edi juga tengah membantu mengembangkan aplikasi UMKM Bangkit besutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tegal.

Edi mengungkapkan pertimbangannya menempatkan PT Kasyr Sibernetika Indonesia di Kota Slawi adalah untuk membangun persepsi publik bahwa Kabupaten Tegal mampu menjadi ekosistem tumbuh kembangnya perusahaan rintisan atau startup di bidang IT yang selama ini identik adanya kota-kota besar.

Terlebih, lanjut Edi, Pemerintah Kabupaten Tegal memiliki komitmen yang luar biasa dalam upayanya membangun ekosistem digital lewat TrackingSpace. Ia pun mengapresiasi ajakan Bupati Tegal Umi Azizah untuk ikut serta mengawal program UMKM Go Digital di Kabupaten Tegal dan memantapkan langkahnya merintis usaha di bidang pengembangan teknologi informasi di Kota Slawi.

Edi Kurniawan lahir di Kagok, Kecamatan Slawi tanggal 22 Juli 1989 dari pasangan Mulyadi dan Emida. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara yang tinggal di rumah kontrakan sederhana di wilayah Kagok. Kini, saudara kandung dan orang tua Edi tinggal di Jalan Randu Kelurahan Kagok, Kecamatan Slawi. Sementara Edi, selain banyak tinggal di Jakarta, juga menempati rumahnya di Jatibarang, Brebes bersama sang istri, Ade Rukmana dan putra semata wayangnya Aryan Febriansyah.

Ketertarikan Edi pada perangkat komputer sudah dimulai sejak duduk di bangku SMK, meski mengambil jurusan otomotif, namun Edi justru lebih tertarik dengan ilmu komputer. Ia pun rela menghabiskan waktunya bermain di warnet untuk belajar computer, kebiasaan Edi bermain ke warnet ini sempat membuat orang tuanya resah dan terpaksa membelikan perangkat komputer desktop intel pentium III agar betah tinggal di rumah.

Berbekal pengetahuan dan mengantongi segudang pengalaman kerja dari sejumlah perusahaan IT, Edi mencoba peruntungan dengan merintis pendirian perusahaan startup di bawah bendera PT Whita Aplikasi Nusantara di tahun 2017.

Advertisements

Di sini, ia berperan sebagai chief technical officer (CTO) dan Henry Firiansyah Yusuf sebagai CEO sekaligus investornya. Hingga sekarang, sedikitnya sudah ada 18 aplikasi berhasil ia ciptakan, salah satunya perbaikan sistem Pertamina Transcontinental yang mewajibkan penggunaan ASP.Net Core2.

Perusahaan startup lain yang sempat ia rintis adalah PlayPay, sebuah platform aplikasi khusus untuk forum pemain game, termasuk e-sport, meskipun akhirnya berhenti di tengah jalan karena kebijakan investor. Terakhir, di awal tahun 2021, Edi melebarkan sayap bisnisnya dengan merintis PT Kasyr Sibernetika Indonesia dan membuka kantornya di lantai satu TrackingSpace, Kota Slawi. Salah satu produk rintisan yang menjadi unggulannya adalah aplikasi Kasyr.

Usai mengantongi sertifikat Associate Android Developer 2017-2020 dari Google, Edi pun terus bergerak membagikan ilmunya, termasuk menjadi mentor bagi siswa SMK dan mahasiswa Tegal jurusan sistem informasi mengikuti ajang kompetisi Flutter Hackathon International, sebuah kompetisi global Flutter di tahun 2018. Kompetisi internasional pembuatan aplikasi Android berbasis flutter dalam sehari ini diikuti oleh dua komunitas perwakilan dari Indonesia, salah satunya CyberEye Tegal setelah yang lainnya tersingkir di babak seleksi.

Motivasinya berbagi ilmu teknologi informatika dan mendorong keikutsertaan generasi muda asal Tegal merambah dunia kompetisi digital ini adalah untuk membuktikan bahwa anak-anak muda di Kabupaten Tegal bisa dan mampu bersaing di bidang teknologi informasi, disamping menumbuhkan developer atau pengembang aplikasi muda sebagai agen penguat literasi digital di masyarakat.
(Red2/Profil)

Editor : Irene Indah

Statistik Situs
  • Total halaman dikunjungi: 119,698