Bahas Ketenagakerjaan Inklusif, Wali Kota Tegal Hadiri Kick Off Meeting APEKSI

MEETING : Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono saat menghadiri acara Kick Off Meeting Pengarusutamaan Pusat Ketenagakerjaan Inklusif (Inclusive Job Center Job Center) untuk Pemerintah Kota di Hotel JS Luwansa Jakarta. (Beenews.id/Humas Pemkot Tegal)

JAKARTA – Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono menghadiri secara langsung Kick Off Meeting Pengarusutamaan Pusat Ketenagakerjaan Inklusif (Inclusive Job Center Job Center) untuk Pemerintah Kota di Hotel JS Luwansa Jakarta, Rabu (18/1) pagi.

Hadir mendampingi Wali Kota, Pj. Sekda Kota Tegal Dr. dr. Sri Primawati Indraswari, Sp. KK., M.M., M.H., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tegal, Dyah Kemala Sintha, S.H., M.H., Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal R. Heru Setyawan, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Tegal Zaenal Ali Mukti dan Kepala Bagian Umum Setda Kota Tegal Abdan Hari Murti dan Kepala Bagian Prokompim Setda Kota Tegal Dorres Indrian Nugroho.

Ketua Dewan Pengurus APEKSI, Bima Arya menyampaikan bahwa yang dihadapi Kepala Daerah pada hari ini adalah banyak sekali retorika yang berisi Indonesia 2030, Indonesia Emas 2045 sangat mungkin.

Tidak mungkin kita menjadi ekonomi 5 besar dunia, kalau tidak saling melibatkan dan memaksimalkan bonus demografi. Usia produktif harus diperhatikan untuk menuju Indonesia Emas.

Selanjutnya, Bima menambahkan bahwa bagaimana membangun ekosistem untuk pemberdayaan semua komponen, terutama bagi inklusif.

“Hari ini momentum untuk membangun ekosistem, bagaiman GIZ membangun kota inklusif, dimana yang termajinalkan kaum difabelitas dapat bermanfaat. Sehingga mampu mendorong roda ekonomi di daerah. Jadi teman-teman difabelitas menjadi aktor kemajuan ekonomi. Yang paling penting masa transisi ini paling cepat membumikan yang dihasilkan saat ini,” tambah Bima.

Bima Arya juga menambahkan bahwa saat ini merupakan babak baru untuk kota inklusif.

“Bersama GIZ, BPJS dan semua kota-kota di Indonesia, kita memulai babak baru untuk kota inklusif, kota yang membudayakan semua, kota yang memberi ruang bagi difabelitas untuk mengambil peran menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Bima.

Direktur Program Perlindungan Sosial Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit GmbH (GIZ) , Cut Sri Rozzana menyampaikan kualitas SDM Indonesia semakin hari berkembang dan semakin berkualitas.

“Salah satunya perlindungan bagi penduduknya yakni perlindungan sosial dan jaminan sosial yang komprensif dari sejak lahir hingga mati. Yang akan kita dorong bersama masyarakat dan pemerintah bersama untuk bekerja sama. Besar harapan kami yang akan dibangun melalui BPJS Ketenagakerjaan dan juga nanti tugasnya pemerintah kota terutama anggota Apeksi akan memberikan ide baru tekait pemberdayaan masyarakat yang lebih optimal,” ujar Cut Sri.

Advertisements

Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono melalui Pj. Sekda Kota Tegal Dr. dr. Sri Primawati Indraswari, Sp.KK., M.M., M.H., menyampaikan bahwa Pemkot Tegal telah memiliki Peraturan Daerah No. 10 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan. Namun demikian Pemerintah Kota Tegal tidak tinggal diam.

Usai Kick Off Meeting Pengarusutamaan Pusat Ketenagakerjaan Inklusif oleh APEKSI, Pemkot Tegal memiliki beberapa rencana tindak lanjut. Seperti melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial untuk melakukan identifikasi penyandang disabilitas sesuai kompetensi. Koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan pun dilakukan untuk melakukan identifikasi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja yang berakibat cacat tubuh.

“Melakukan identifikasi kebutuhan pelatihan bagi penyandang disabilitas. Melakukan identifikasi perusahaan yang jenis pekerjaannya memungkinkan dilakukan oleh penyandang disabilitas, sehingga dapat dilakukan fasilitasi rekrutmennya,” sebut Prima.
(Red2/Pemerintahan)

Editor : Irene Indah

TAG :, , ,
Statistik Situs
  • Total halaman dikunjungi: 117,822