Ternyata Ini Sejarahnya, Kenapa Paskah Identik dengan Telur Cokelat?

BARU : Telur Paskah warna-warni yang identik dengan simbol kehidupan baru dan kebangkitan. Tradisi ini berakar dari budaya kuno hingga larangan konsumsi telur saat Pekan Suci.(BeeNews.id/Wildan Rizkiyadi)

TEGAL – Paskah selalu identik dengan telur cokelat warna-warni yang dibagikan dalam perayaan, lomba menghias telur, hingga kegiatan berburu telur yang disukai anak-anak. Tapi, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa Paskah begitu lekat dengan simbol telur, terutama telur cokelat?

Ternyata, kebiasaan ini memiliki akar sejarah panjang dari budaya kuno hingga tradisi gereja, lho! Yuk, simak penjelasannya.

Telur sebagai Simbol Kehidupan Baru

Sejak zaman kuno, telur sudah dipandang sebagai simbol kehidupan baru. Banyak budaya seperti Hindu, Mesir, Persia, dan Fenisia percaya bahwa dunia dimulai dari sebuah telur raksasa. Telur dipahami sebagai lambang kelahiran, awal baru, dan kehidupan yang terus berlanjut.

TELUR: Paskah warna-warni yang identik dengan simbol kehidupan baru dan kebangkitan. Tradisi ini berakar dari budaya kuno hingga larangan konsumsi telur saat Pekan Suci.

Tradisi serupa juga terlihat pada masyarakat Persia, Yunani, dan Cina yang memberikan telur saat festival musim semi sebagai perayaan kehidupan baru. Makna ini selaras dengan semangat Paskah yang identik dengan kebangkitan dan pembaruan.

Larangan Makan Telur Saat Prapaskah

Alasan lain Paskah identik dengan telur berkaitan dengan tradisi keagamaan. Dalam beberapa tradisi, telur dilarang dikonsumsi selama masa Prapaskah atau Pekan Suci. Karena tidak dimakan, telur pun menjadi hidangan istimewa saat Paskah tiba.

Telur yang tersisa kemudian dihias dan diberikan sebagai hadiah, terutama kepada anak-anak. Dari sinilah telur perlahan berubah bukan sekadar makanan, tetapi juga simbol perayaan.

Sejarah Menghias dan Berburu Telur Paskah

Tradisi menghias telur sudah berlangsung sangat lama. Pada tahun 1290, Raja Edward I dari Inggris mencatat pembelian 450 butir telur untuk diwarnai atau ditutupi daun emas, lalu diberikan kepada anggota kerajaan.

Pada era Victoria, masyarakat menggunakan telur kardus yang dibalut satin dan diisi hadiah bertema Paskah.

Sementara tradisi berburu telur (Easter egg hunt) berasal dari kebiasaan anak-anak Jerman yang mencari pretzel tersembunyi saat Paskah. Seiring waktu, pretzel digantikan dengan telur. Hingga kini, tradisi ini masih populer, termasuk di gereja-gereja Indonesia.

Munculnya Telur Cokelat

Telur cokelat pertama kali muncul di Perancis dan Jerman pada abad ke-19. Awalnya rasanya pahit dan teksturnya keras. Seiring perkembangan teknik pembuatan cokelat, kualitasnya semakin membaik hingga tercipta telur cokelat berongga seperti yang kita kenal sekarang.

Kesimpulan

Secara singkat, Paskah identik dengan telur cokelat karena:

  1. Telur adalah simbol kehidupan baru dari budaya kuno yang selaras dengan makna kebangkitan Paskah.
  2. Larangan konsumsi telur saat Pekan Suci membuat telur menjadi sajian istimewa.
  3. Tradisi menghias, memberi hadiah, dan berburu telur terus berkembang.
  4. Kemajuan industri cokelat mengadaptasi telur menjadi cokelat yang lebih manis dan menarik.

Jadi, telur cokelat Paskah bukan sekadar camilan manis, tetapi juga warisan sejarah yang sarat makna. Selamat merayakan Paskah!
(Red1/Umum)

Editor : Indah Setiawati

TAG :,
Statistik Situs
  • Total halaman dikunjungi: 158,594