Mengenal Apa Itu Father Hunger, Penyebab dan Terapi Untuk Penyembuhannya

FIGUR : Father hunger adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan rasa kehilangan atau kebutuhan emosional yang dirasakan oleh seseorang terhadap figur ayah atau pengganti ayah yang kurang hadir atau tidak ada dalam kehidupannya. (Beenews.id/doc)

TEGAL – Father Hunger merupakan kondisi di mana anak merasakan haus kasih sayang dari seorang ayah. Tidak asing bagi sebagian besar masyarakat bahwa ibu merupakan madrasah (sekolah) pertama anak.

Frasa tersebut secara langsung mengartikan bahwa sosok ibu adalah yang memegang peran penting dalam pengasuhan anak. Orang yang mengalami father hunger mungkin merasakan kekosongan emosional, kurangnya kepercayaan diri, rasa cemas atau depresi, dan masalah dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat.

Istilah ini sering digunakan dalam konteks psikologi dan terapi untuk membantu individu mengatasi kekurangan atau trauma yang berkaitan dengan kehadiran ayah. Father hunger dapat terjadi karena berbagai faktor seperti ayah yang meninggalkan keluarga, ayah yang sibuk bekerja atau kurang terlibat dalam kehidupan keluarga, atau ayah yang hadir secara fisik tetapi kurang memberikan dukungan emosional.

Selain itu, kehilangan ayah karena kematian atau perceraian juga dapat memicu father hunger. Ketika seseorang mengalami father hunger, ia dapat merasa tidak memiliki panduan atau model peran ayah yang positif untuk diikuti.

Hal ini dapat mempengaruhi bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri dan hubungannya dengan orang lain di sekitarnya. Selain itu, rasa kekurangan ini dapat memicu perasaan kesepian, kekhawatiran, dan kecemasan yang mempengaruhi kesehatan mental dan fisik seseorang.

Terapi dan dukungan psikologis dapat membantu individu yang mengalami father hunger untuk memahami pengalaman mereka dan mengembangkan cara-cara sehat untuk memenuhi kebutuhan emosional mereka.

Beberapa akibat dari father hunger yang mungkin muncul pada individu antara lain kecenderungan untuk mengalami kesulitan dalam mempercayai orang lain, kesulitan membangun hubungan yang sehat, kesulitan untuk mengekspresikan emosi dengan tepat, dan mungkin juga kesulitan untuk mengontrol emosi.

Selain itu, individu yang mengalami father hunger mungkin memiliki masalah dalam memahami konsep maskulinitas dan femininitas, serta dalam menetapkan batasan dan menentukan prioritas dalam hidup mereka. Namun, penting untuk dicatat bahwa setiap individu yang mengalami father hunger mungkin memiliki reaksi dan pengalaman yang berbeda-beda.

Beberapa individu mungkin dapat mengatasi father hunger mereka secara mandiri, sementara yang lain memerlukan dukungan dari keluarga, teman, atau profesional terapi. Untuk mengatasi father hunger, beberapa langkah yang dapat diambil antara lain adalah terlibat dalam aktivitas yang memberikan kepuasan emosional, mengidentifikasi figur pengganti ayah yang dapat memberikan dukungan emosional, dan belajar untuk membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.

Selain itu, terapi individu atau kelompok, konseling, dan dukungan kelompok dapat menjadi opsi terapi yang efektif dalam membantu individu mengatasi father hunger mereka. Dalam beberapa kasus, individu yang mengalami father hunger juga dapat mencari dukungan melalui pengalaman spiritual atau agama.

Advertisements

Selain itu, orang yang mengalami father hunger juga dapat belajar untuk mengatasi trauma atau kehilangan melalui terapi kognitif atau behavioral. Terapi ini dapat membantu individu mengenali pola pikir yang tidak sehat atau kebiasaan yang mungkin muncul karena father hunger, serta belajar strategi yang lebih sehat dan adaptif dalam mengatasi masalah dan situasi yang sulit.

Adopsi dan pengasuhan juga dapat membantu mengurangi efek father hunger pada individu yang mengalami kehilangan ayah. Keluarga adopsi atau pengasuhan dapat memberikan pengalaman keluarga yang sehat dan dukungan emosional yang diperlukan untuk mengatasi father hunger.

Dalam hal ini, peran ayah pengganti seperti kakek, pamannya, saudara laki-laki, atau figur ayah pengganti lainnya dapat membantu mengurangi kekosongan emosional yang dirasakan oleh individu yang mengalami father hunger. Keberadaan ayah pengganti yang mendukung dan berperan sebagai model positif dapat membantu individu mengatasi rasa kehilangan dan kurangnya pengalaman yang dialami oleh individu yang mengalami father hunger.

Dalam semua kasus, penting bagi individu yang mengalami father hunger untuk mendapatkan dukungan dan perawatan yang tepat. Hal ini dapat membantu mereka mengatasi kekosongan emosional dan trauma yang berkaitan dengan kehilangan ayah, serta membantu mereka membangun kesejahteraan mental dan emosional yang lebih baik.
(Red2/Psikologi)

Editor : Irene Indah

TAG :,
Statistik Situs
  • Total halaman dikunjungi: 117,820