Langsung Semprot, PPL Tegal Timur Aplikasi Langsung Biosaka

DEMONSTRASI : PPL DKPPP Kota Tegal wilayah binaan Tegal Timur juga mendemonstrasikan pengaplikasian Biosaka pada kegiatan RKTPP 2023 yang diselenggarakan di areal lahan pertanian Jalan Sumbodro Gang 5 Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal. (Beenews.id/Humas Pemkot Tegal)

TEGAL – Tak hanya mendidik petani bisa membuat Biosaka, PPL DKPPP Kota Tegal wilayah binaan Tegal Timur juga mendemonstrasikan pengaplikasian Biosaka pada kegiatan RKTPP 2023 yang diselenggarakan di areal lahan pertanian Jalan Sumbodro Gang 5 Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal, pada Kamis (23/02/23).

Agus Triono, Sp, PPL Tegal Timur bersama tim mengajak perwakilan Kelompok Tani dan Ternak serta KWT (Kelompok Wanita Tani) Slerok dan Panggung untuk berdiskusi bersama terkait kendala yang dihadapi.

Peserta diberi kebebasan untuk menyampaikan semua keluhannya. Ini bertujuan agar Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian (RKTPP) Kecamatan Tegal Timur tahun 2023 dapat berjalan sesuai misi mewujudkan pertanian kota Tegal yang maju dan modern, serta terus melanjutkan tren peningkatan produktivitas pertanian Kota Tegal.

Dihadiri Koordinator PPL Kota Tegal Iswari Gunartiningsih, Mufrihatun, Kukuh Adiguna, M. Azis Rizal dan PPL lainnya.

Terkait pertanian, berdasarkan skala prioritas, petani sepakat menempatkan pengendalian serangan hama burung sebagai masalah yang harus secepatnya diatasi. Selanjutnya solusi pengairan, dan penggunaan benih padi jenis Cakrabuana.

Agus Triono beserta Tim PPL Tegal Timur mengedukasi petani agar menguasai teknologi Biosaka. Diawali dari pemahaman tentang Biosaka sebagai akronim dari Bio yaitu Hidup, dan Saka yaitu Selamatkan Alam Kembali ke Alam.

Lalu keunggulan Biosaka sebagai elisitor dan manfaat lain Biosaka yang mampu menghemat produksi dan meningkatkan produktivitas pertanian. Bahan baku terdiri dari 5 jenis rumput/gulma, Proses peremasan bahan baku dengan tangan (manual) selama (15-20 menit).

Tangan harus terendam dalam air, sambil mengaduk air ke arah kiri (berlawanan jarum jam), bukan ke arah kanan. Larutan berubah menjadi Biosaka jika setelah dicek dengan alat, menunjukkan minimal 300 ppm, biosaka disimpan dalam botol dan mampu bertahan hingga 5 tahun.

“Untuk aplikasinya, satu kali semprot jalan, tidak boleh berulang-ulang, jaraknya 50 cm – 1 meter diatas tanaman, dan semprotnya model berkabut. Jadi tanamannya itu tidak basah, hanya seperti terkena kabut saja,” papar Agus yang sedang berdemonstrasi membuat Biosaka.

Peserta diedukasi praktek langsung pengaplikasian Biosaka di areal sawah padi yang berlokasi di Jalan Sumbodro gang 5, kelurahan Slerok, Tegal Timur, Kota Tegal. Petani, KUB dan KWT kecamatan Tegal Timur siap mensukseskan peningkatan produktivitas pertanian kota Tegal.
(Red2/Umum)

Advertisements

Editor : Irene Indah

TAG :, , ,
Statistik Situs
  • Total halaman dikunjungi: 118,409