Ternyata Ada “Karbohidrat Jahat” yang Lebih Berbahaya Dari Gula, Sering Ada di Makanan Favorit Anak

LABEL: Perhatikan label kemasan kue kemasan, camilan seperti ini sering mengandung maltodekstrin, jenis karbohidrat olahan yang patut diwaspadai.(BeeNews.id/Wildan Rizkiyadi)

TEGAL – Karbohidrat adalah sumber energi utama untuk tubuh si kecil dan juga orang dewasa. Namun, tahukah Bunda? Tidak semua karbohidrat itu sama. Ada jenis yang justru bisa lebih berbahaya daripada gula biasa, dan sering tersembunyi dalam camilan atau makanan olahan yang kita berikan sehari-hari.

Dalam artikel ini, kita akan kupas tuntas tentang karbohidrat berbahaya tersebut dan bagaimana memilih sumber karbohidrat yang sehat untuk keluarga.

Dua Wajah Karbohidrat: Sederhana vs Kompleks
Secara garis besar, karbohidrat terbagi dua:

  1. Karbohidrat Sederhana: Sering disebut gula sederhana. Contohnya fruktosa (dalam buah) dan laktosa (dalam susu). Meski terdengar buruk, gula alami dalam buah utuh tetap bergizi karena disertai serat dan vitamin.
  2. Karbohidrat Kompleks: Disebut juga pati. Jenis ini lebih baik karena dicerna tubuh lebih lambat, memberikan energi yang tahan lama. Sumbernya adalah sayuran bertepung, nasi merah, roti gandum, oat, dan biji-bijian utuh.

Namun, di tengah dua jenis itu, ada satu bentuk karbohidrat olahan yang patut diwaspadai.

Si “Jahat” yang Tersembunyi: Maltodekstrin
Menurut para ahli, termasuk Dr. Eric Berg, ada satu jenis karbohidrat yang dampaknya pada gula darah bisa lebih cepat dan signifikan daripada gula pasir biasa, namanya maltodekstrin.

Apa itu maltodekstrin?
Maltodekstrin adalah pati olahan (biasanya dari jagung, kentang, atau beras) yang diproses menjadi bubuk putih. Secara teknis ia bukan gula, tetapi Indeks Glikemiknya sangat tinggi, artinya bisa menyebabkan lonjakan gula darah dengan sangat cepat.

Yang perlu diwaspadai, maltodekstrin sering bersembunyi dalam label makanan dengan embel-embel “sehat” atau “bebas gula”. Ia digunakan sebagai pengental, pengisi, atau pengawet agar tekstur makanan lebih enak.

Di Mana Maltodekstrin Bersembunyi? Cek Label Makanan Ini!
Bunda, coba periksa kemasan makanan olahan di rumah. Maltodekstrin sering ditemukan dalam:

  • Camilan anak: Kue kering kemasan, biskuit, granola bar, permen, dan cokelat.
  • Minuman: Minuman ringan, minuman berenergi, dan beberapa minuman sarapan instan.
  • Makanan instan: Sup instan, saus salad creamy, pudding instan, dan makanan beku.
  • Lainnya: Pengganti daging (seperti nugget atau sosis olahan) dan beberapa pemanis buatan.

Kebiasaan mengonsumsi makanan yang kaya maltodekstrin dan rendah serat dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan jangka panjang seperti berat badan berlebih, kolesterol tinggi, bahkan diabetes tipe 2.

Lalu, Karbohidrat Apa yang Paling Sehat untuk Keluarga?
Jawabannya adalah karbohidrat kompleks alami yang kaya serat. Jenis ini adalah pahlawan untuk kesehatan jangka panjang, menjaga berat badan ideal, dan melindungi dari penyakit.

Fokuslah pada dua jenis utama:

  1. Makanan Berserat Tinggi, Penting untuk pencernaan lancar dan mengontrol kolesterol.
    Sumber terbaik: Buah-buahan (apel, pir, berry), sayuran (brokoli, wortel), kacang-kacangan (kacang merah, edamame), dan biji-bijian utuh (oat, quinoa).
  2. Makanan Berpati Sehat, Memberi energi berkelanjutan.
    Sumber terbaik: Kentang (dengan kulit), jagung, nasi merah, roti gandum utuh, dan kacang polong.

Berapa Kebutuhan Karbohidrat Anak per Hari?
Di Indonesia, pedomannya mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG). Berikut kebutuhan karbohidrat harian untuk anak:

  • Usia 0-5 bulan: 59 gram
  • Usia 6-11 bulan: 105 gram
  • Usia 1-3 tahun: 215 gram
  • Usia 4-6 tahun: 220 gram
  • Usia 7-9 tahun: 250 gram

Angka ini bisa menjadi patokan, tetapi yang terpenting adalah kualitas sumber karbohidratnya. Prioritaskan karbohidrat kompleks dari bahan alami dan utuh.
(Red1/Kesehatan)

Editor : Indah Setiawati

TAG :,
Statistik Situs
  • Total halaman dikunjungi: 131,640