SMP GIS Gelar Outreach Programme, Dorong Penggunaan Bahasa Inggris di Kelas

DINAMIS : Melalui diskusi, praktik, dan interaksi langsung, peserta diajak memperkuat kebiasaan berkomunikasi secara aktif di kelas, sekaligus menumbuhkan keberanian untuk terus mencoba dan berkembang dalam menciptakan pembelajaran yang lebih dinamis. (BeeNews.id/N.Hidayah)

TEGAL – Pada tanggal 18 April 2026 kemarin, SMP GIS bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal serta MGMP bahasa Inggris SMP Kota Tegal menggelar Otreach Programme bertema “Level of Communication: The Power of English in the Classroom”. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penggunaan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar kelas.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMP GIS, Ms. Easty Kartika, selaku tuan rumah. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua MGMP Bahasa Inggris Kota Tegal, Bapak Hadi. Kemudian kegiatan secara resmi dibuka oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal bidang PPTK, Bapak Dayat.

Memasuki sesi inti, pelatihan diisi oleh dua narasumbser, yaitu Ms. Nancy Delmo Baltazar, LPT., M.Aed., dan Ms. Ellen Rose Quinones Ajeno, LPT., sebagai English Native Teacher. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan pentingnya penggunaan bahasa Inggris secara konsisten di dalam kelas guna membangun kebiasaan berbahasa serta meningkatkan kepercayaan diri siswa.

Namun demikian, dijelaskan pula bahwa masih banyak guru yang belum optimal menggunakan bahasa Inggris dalam pembelajaran. Beberapa faktor penyebabnya antara lain kurangnya rasa percaya diri, kekhawatiran melakukan kesalahan, serta keterbatasan kosakata.

Kondisi ini menjadi tantangan umum yang dihadapi oleh para pendidik, terutama bagi yang belum terbiasa menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Sebagai solusi, para guru didorong untuk mulai menggunakan bahasa Inggris dari hal-hal sederhana, seperti instruksi dasar di kelas. Selain itu, guru juga diharapkan dapat menjadi teladan bagi siswa dalam penggunaan bahasa Inggris. Narasumber menekankan bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar, sehingga guru tidak perlu takut untuk mencoba.

Materi pelatihan juga membahas lima level komunikasi, yaitu intrapersonal, interpersonal, group, public, dan mass communication. Peserta diberikan pemahaman bahwa kemampuan berbahasa Inggris akan berkembang secara optimal jika dilatih secara bertahap melalui berbagai level komunikasi tersebut.

Selain itu, guru juga mendapatkan berbagai tips untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, diantaranya membiasakan diri berbicara dalam bahasa Inggris setiap hari, memperkaya kosakata, aktif mengikuti pelatihan atau komunitas, memanfaatkan media digital sebagai sarana belajar, serta berani mencoba dan tidak takut salah. Konsistensi dan kemauan terus belajar menjadi kunci dalam meningkatkan ketrampilan berkomunikasi.

Kegiatan berlangsung dengan suasana interaktif dan menyenangkan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris , kegiatan ditutup dengan permainan edukatif serta sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan kenang-kenangan dari kegiatan tersebut. (Red3/Pendidikan)

Editor : Indah Setiawati

TAG :, ,
Statistik Situs
  • Total halaman dikunjungi: 164,864